Pahami skenario-Nya

DSC00053

Pantai Jung wok, Gunung Kidul, Yogyakarta

Kita tak boleh mengeluh. Seberat apapun pahitnya hidup.

Bertahanlah.

Jika memang terasa sangat pahit, tutuplah mulutmu untuk mengeluh.

Lalu menangislah.

Menangislah sekencang-kencangnya.

Karena hidup kita bukan kita penulis skenarionya. Tapi Allah.

Kita hanya pemeran utama. Pelakon.

Kita tidak bisa membahagiakan orang tua kita, orang lain maupun pasangan hidup kita.

Kita hanya diminta bersabar dan sholat.

Entah bagaimana caranya Allah membahagiakan orang tua kita, jangan dipikirkan.

Tugas kita bukan memikirkan itu. Tapi melakukan apa-apa yang Allah senangi.

Solusi masalah kita, nanti ada saja jalannya.

Entah itu cepat atau lambat.

Intinya, kita tidak bisa meminta / memaksa Allah untuk mempercepat atau memperlambat urusan kita.

Katakanlah pada diri sendiri bahwa ini adalah ujian naik kelas.

Setiap ujian, ada masa penerimaan rapor.

Ada saatnya liburan. Ada saatnya belajar lagi.

Semoga Allah menganugerahkan kita kesabaran dan rasa syukur, agar rapor kita bernilai bagus dan kita bisa naik kelas. Aamiin Allahumma Aamiin.

Depok, 22 Januari 2018

~Desmau~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s