Ada aroma yang tertinggal :D

whatsapp-image-2016-12-18-at-19-30-45

Jepret by Anindya

Pengalaman main bersama anak yatim dan dhuafa ini tak ada habisnya kalau mau diceritakan. Waktu kember dapat jackpot makan nasi sisa dari adik-adik. Bukan hanya sisa, namun ketika makan, baru menyadari bahwa alas makannya sobek. Alas makannya itu dari daun pisang yang di taruh dilantai. So, pas dilihat ternyata nasi yang bertumpuk lauk tadi dialasi sama lantai. Hahaha.. Nyummyyy sekaliii 😀

Sekarang, saat acara tanam bibit mangrove di pusat restorasi mangrove, Bekasi, aku bermandikan lumpur yang bercampur air MCK warga. Gimana nggak ‘wow’ bingit yak. hahaha :D. Sampai-sampai, baju yang dipakai buat terjun ke kubangan lumpur ikut tercium bau ee nya. Kaos kaki udah raib di kubangan. Nyuci bajunya aja ampe berkali-kali rendam-bilas-rendam-bilas sama air bersih. Udah agak dikitan lumpurnya, baru deh rendam pake deterjen. Trs, di kasih pewangi pakaian sebanyak-banyaknya. Alhamdulillah kembali wangi saat di jemur. Tau tuh kalau udah kering wanginya masih ada apa kagak. hahaha 😀

But, so far, i’m so happy for that. Happy with them. Melihat adik-adik semangat aku juga ikut semangat. Padahal tadinya memang nggak mau terjun ke lumpur. Tapi karena aku khawatir sama adik-adik yang udah terjun duluan, akhirnya aku terjun juga. Khawatir mereka kelelep atau apa gitu. Apalagi aku diberi tanggung jawab untuk jadi pendamping mereka. Ngejagain mereka selama acara. #BahagiaJadiRelawanPendamping.

Kalau dipikir-pikir, manfaat yang didapat dengan turun langsung menanam mangrove lebih besar daripada hanya duduk dipinggir lahan. Karena menanam mangrove baik untuk kehidupan warga disekitar situ. Mereka yang berprofesi sebagai nelayan sangat terbantu dengan adanya mangrove. Ikan-ikan jadi banyak, ekonomi kerakyatan menguat dan alam pun terselamatkan dari abrasi. Semoga bisa jadi amal jariyah yang tak putus hingga aku mati. Aamiin.

Selain cerita keseruan dan kehebohan selama aksi tanam mangrove, masih ada cerita lain yang berkesan dan penuh hikmah. Aku akan bercerita di sesi selanjutnya. Supaya topiknya nggak keaduk-aduk sama cerita lucu di tulisan ini. Ok?

*Desmau

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s