Hal Baik VS Niat Baik

Tersebab tak bisanya diri ini menjadi relawan ke Aceh, tetiba mengalirlah tulisan ini. Allah Maha Romantis. Ketika aku gagal melalui sesuatu, aku dikasih jalan untuk berhasil menuang sebuah tulisan sebagai ‘alarm’ diri.

Ada hal-hal baik yang jika kita lakukan belum tentu diizinkan oleh Allah. Ketika hal-hal baik itu terlalu bernafsu ingin kita lakukan, itu bukanlah sesuatu yang baik. Karena dalam hal baik seperti itu, terkadang sering terkandung nafsu yang membabi buta. Semacam ada niatan lain dalam melakukannya. Memang benar, setiap hal baik itu akan dinilai baik oleh mereka yang memandangnya. Namun, Allah lebih tahu akan niatan seseorang.

Hal baik dan niat baik itu berbeda makna. Hal baik adalah sesuatu yang dilakukan untuk meringankan beban orang lain, baik itu beban fisik maupun mental. Beban fisik misalnya, keletihan/kelelahan karena bekerja keras. Contoh hal baiknya adalah kita memberi makan gratis bapak-bapak petugas kebersihan. Beban mental misalnya kesedihan orang-orang yang terdampak bencana karena kehilangan orang-orang yang mereka sayangi dan segala harta bendanya, kegagalan dalam meraih sesuatu yang sudah diperjuangkan, dan sebagainya. Contoh hal baik itu adalah memberikan trauma healing kepada korban bencana, mengajak kaum dhuafa dan anak yatim bermain ke tempat wisata, menjadi pendengar yang baik untuk teman yang sedang bersusah hati, dan sebagainya. Inti dari hal baik adalah buat mereka tersenyum.

Bagaimana dengan niat baik? Niat baik adalah motif seseorang dalam melakukan hal baik, apa yang ingin dicapainya. Ada begitu banyak motif seseorang dalam melakukan hal baik. Contohnya, ingin menambah saudara seiman, mengharap ridho Allah, menambah pengalaman, melatih kepedulian terhadap sesama, mengisi waktu yang kosong dengan hal bermanfaat. Bahkan ada yang memiliki motif ingin menggugurkan segala kesalahan yang pernah dilakukan (ini sesuai dengan firman Allah yang menyebutkan bahwa perbanyak kebaikan ketika telah berbuat kejahatan yang tersilap). Apapun itu niat baiknya, menurutku itu tetap baik. Itu dari sudut pandangku sebagai manusia.

Setiap niat baik yang dimiliki seseorang, dalam perjalanannya akan kita ketahui, mana yang motinya lillaahi ta’ala banget, mana yang tidak. Hal itu bisa kita rasakan dari tindak-tanduk mereka. Ada yang santun, ada yang cuek, ada yang heboh, ada yang pamer, ada yang kalem, dan sebagainya. Semoga kita termasuk pribadi yang santun. Pribadi yang santun selalu menjaga adab. Karena ia tahu Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar. Kalau belum mampu untuk santun, semoga Allah memampukan kita. Aamiin.

Depok, 14 Desember 2016

~Desmau

*Ditulis dalam kondisi hati yang penuh sedih karena tak dapat mengaplikasikan ilmu saat kuliah dan diklatsar kebencanaan..

 

Advertisements

One thought on “Hal Baik VS Niat Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s