Aku dan Kamu itu ‘Sama’

Manusia itu tidak ada yang ma’sum, kecuali Nabi Muhammad SAW. Kita ini meskipun sudah berbuat baik, tetap punya peluang berbuat kurang baik/kurang menyenangkan. Jadi jangan dikira sudah melakukan amal sholeh lantas nggak mungkin berbuat dosa, oh.. salah itu. kita masih punya potensi untuk berbuat jahat lho.

Begitupun pasanga hidup kita. Meskipun kita sudah menetapkan kriteria sebaik, sesholeh, atau sesempurna apapun, tetap saja, dia terlihat baik pada saat kita memang melihatnya baik. Tapi bukan berarti dia tidak punya potensi untuk salah. Potensi itu ada. Hanya saja, semua kembali ke kitanya. Mau memaafkan dan menasehatiya atau tidak memaafkannya. Karena percayalah, sisi buruk atau sisi kurang baik dari pasangan kita itu terlihat tatkala kita membangga-banggakan, meng-elu-elukan dan terlena dengan sifat baiknya itu.

406b6eb82dc73ce51856ffe92428284c

Ingatlah, bahwa hal-hal baik yang bisa kita rasakan dari pasangan hidup kita itu berasal dari Allah. Allah yang menggerakkan hatinya. Bukan karena dia yang mampu berbuat begitu. Karena dia pun manusia, yang lemah dan butuh pertolongan Allah. Udah paham kan sekarang?

Jadi wajar saja kita sering mendengar pemateri di seminar pra nikah sering mengatakan kalimat ini “Antara aku dan kamu, ada Allah ditengah-tengahnya”. Maksudnya ya itu, untuk bisa bahagia dengan pasangan bukan dengan memaksa pasangan memberi kebahagiaan dengan kita, tapi cobalah merayu Allah, Dia akan berikan jalan-jalannya. Malah lebih sweet (wallahu’alam) … hmmm… *lalungayal

Depok, 2 Desember 2016

Desmau 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s