Kenalan dengan regu gajah (Kisah KemberPAY2016 part 1)

cimg3382

Regu Gajah, Kember PAY 2016

Acara Kemah Bersama (KemBer) PAY sudah usai. Namun kenangan dan pembelajarannya masih melekat sampai sekarang.

Apa yang ada dibenakmu ketika mengenang acara ini?

Hmm.. aku ingat anak-anak itu, regu gajah. Ada irfan si ketua regu yang pendiem, kalem, perhatian sama anggotanya dan nurut sm kakak pendampingnya. Si Irfan ini kalau dilihat-lihat cakep uga, #eh, (masih bocah woy masih bocah!!!) wkwkwk :D. Irfan merupakan personil yang paling tua di regu gajah. Diamnya saja sudah bikin dia terlihat keren. Apalagi kalau dia senyum ramah. Gue yakin, cewek-cewek pada klepek-klepek. *istighfar wooyyy 😀

cimg3383

Irfan bersama Faris

Kemudian ada Dinar, yang selalu ngritik setiap dikasih instruksi. Tetap nurut meski kritis sekali anak ini. Ciri-ciri anak ber-IQ tinggi nih, pikirku. Selain itu, Dinar ini juga sudah punya rasa malu sama perempuan. One of the best attitude in my opinion for young student like him. Hal ini terlihat pada saat sesi makan malam, dia bilang sama gue, dia nggak mau makan deket-deket cewek. Dia rela menunggu hidangan makan malam selanjutnya yang sedang dipersiapkan tim chemong daripada harus umpel-umpelan sama cewek. Hingga satu waktu dia dipaksa duduk sama salah seorang relawan pendamping untuk makan disamping cewek, Dinar serta merta menolak. Namun relawan pendamping ini tetap ngotot sambil memegang pundak Dinar memberi isyarat untuk segera duduk. Melihat kejadian tersebut, gue nggak terima dong, adik gue diperlakukan kasar gitu. Langsung saja gue tarik si Dinar pindah lapak ke hidangan disebelahnya. Alhasil dia duduk disamping Irfan. Dalam hati gue berbisik “pertahankan sifat malumu ini dek, you will be a great man in the future. Idol of akhwat”. Ahahay..

cimg3375

Irfan, Dinar, dan Desta (dari depan ke belakang)

Ada juga namanya Desta. Anak ini ndut-ndut lucu, kadang-kaang nurut dan kadang-kadang protes, meski itu hanya bercanda sih. Ngetes kakaknya doang. Ada lagi namanya Faris. Nurut dan meski masih kecil tapi punya rasa malu yang baik, menurutku sih. Ini terlihat pada satu kejadian dimana aku meminta dia ganti baju karena basah kena air hujan. Lalu ia kuminta ganti baju saja di pojok aula. Dia melihat kekiri dan kekanan, takut dilihat orang. Namun karena anak ini masih muda, belia, idolanya kakak-kakak muda #eh, kukatakan saja kepadanya, “ganti bajunya ya dek, nanti kakak tutup pakai jas hujan kakak”. Alhasil, aku menutupinya dengan jas hujanku yang penuh dengan tetesan air hujan. Sesekali ia celingak-celinguk. Dan bergegas mengganti bajunya.

Selanjutnya ada Rifki, anak ini sebenarnya penurut, hanya saja suka cari perhatian gitu deh. Ini terlihat dari seringnya ia mengganggu teman-temannya, dan ia pun tak luput dari bullyan teman-temannya juga. Diantara regu gajah, Rifki paling sering kulihat berantem atau berselisih dengan temannya dari regu lain. Aku sampai geleng-geleng kepala melihatnya.

whatsapp-image-2016-11-21-at-11-07-27

Gusti dibarisan paling depan, pojok kiri.

Lalu ada siapa lagi ya? Oh iya ada Gusti. Anak ini bener-bener membuatku kewalahan dengan aktif dan enerjiknya dia. Aku suka dia. Karena dia imut-imut dan menggemaskan, hee. Gusti sering bikin aku panik, karena dia sering ilang-ilangan kayak sinyal di handphone. Baru ditemukan, eh, dia ngilang lagi tak lama kemudian. Kalau sudah nemu anaknya, malah sendalnya yang sering hilang. Giliran ada sendalnya, anaknya entah kemana. Haha.. duh Gusti, kamu bener-bener mengajarkan kakakmu ini arti kesabaran. Sabar ngadepin anak aktif sepertimu. Makasih ya dek sudah mau didampingi sama kakak cute ini #eaa.

whatsapp-image-2016-11-21-at-11-04-27

Alvin dan Rifki (celana pink)

Dan yang terakhir ada Alvin. Aku suka memanggilnya dengan panggilan ‘Alvin and the Chipmunks’. Karena namanya mirip judul film. Anaknya juga lucu dan gemesin. Dia penurut dan selalu bertanya “kapan kita jalan-jalan ke sungainya kak?”. Anak ini excited banget. Sama seperti yang lain.

Senang sekali mengenal kalian. 7 anak berbeda karakter. Mereka didampingi selama kurang dari 2 hari. Namun tingkah polah mereka masih terngiang sampai saat tulisan ini digores diatas keyboard lepi. Terima kasih Ya Rabb, sudah memberikan kesempatan kepada Desri untuk belajar menjadi pendamping mereka, *persiapanbuatjadiibu, #uhuk 😀

Mendampingi mereka selama camping berlangsung, mengingatkanku akan jasa ibunda tercinta. Betapa beliau sabar sekali menghadapi 3 orang anaknya yang ampun-ampunan kelakuannya. Aku baru dikasih 7 anak dan masa pendampingan yang tak sampai 2 hari saja sudah mumet. Apa kabar emak gue ya? Hiks. Ya Allah, berikan rahmat dan karuniaMu kepada Ibuku dan juga Ayahku, dan jadikanlah sabarnya itu sebagai jalan tol ke surgaMu. Aamiin.

Depok, 23 November 2016

Desmau 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s