Tips dan Trik Menulis dengan Hati

Berikut ini akan saya lampirkan hasil diskusi online via whatsapp dari @profesorcintaID mengenai tips dan trik menulis dengan hati. Check this out 🙂

Halo teman teman semua? Sehat semuanya?😇

Semoga kita semua selalu dilimpahkan nikmat kesehatan, kebahagiaan, dan kebebesan finansial ya. 😁

Sebelum masuk ke sesi tanya jawab, alangkah baiknya jika teman teman baca trik dan tips menulis dengan hati ala @profesorcintaID.

———————————————————————————————————

Ketika diminta untuk menulis, ada sebagian orang yang mengatakan,
“Saya gak bisa nulis,”
“Saya kalau lagi nulis suka mandek di tengah-tengah, stagnan, dan akhirnya jadi gak mood nulis lagi,”
“Aaah, nulis itu kan susah. Butuh ini, itu. Lagipula gue juga bukan penulis.”

Ada yang pernah ngalamin ini?
Hayoo ngaku 😀
Ayo ngaku aja, gak papa kok.
Justru ngaku itu bagus loh. Kamu mengungkapkannya sekarang dan bisa memerbaikinya nanti. Dan karena pengakuan itu pula, kita hadir di sini belajar bersama. Setuju?

Ketika mengalami peristiwa tersebut maka yang terjadi adalah gelisah, resah, dan malah pasrah.*Ups
Oleh karena itu saya akan menjeslaskan bagaimana cara menuis dengan hati ala-ala profesorcintaID.
Topik yang bikin baper karena mainannya adalah hati. #StopBaper.

Sebenarnya, menulis itu mudah. Sangat mudah sekali.
Yang susah itu malesnya! Gak ada idenya! Bingungnya! Iya kan?

Nah, langsung aja yuk simak Tips dan triknya.

Menulis dengan Hati, bukan saja melibatkan hati dalam menulis. Karena menurut pandangan dan ilmu saya, menulis dengan hati itu wajib hukumnya. Karena sesuatu yang disampaikan hati, maka akan sampai ke hati, Insya Allah. Sehingga keterlibatan hati perlu dijadikan standarisasi menulis bagi kita semua.

HATI mempunyai akronim tersendiri. Masing masing huruf mempunyai makna yang terselubung dan menjadi panduan kita dalam menulis.
Apa saja akronim dari HATI?

*1. Hasrat*
Ketika kita ingin menuliskan sesuatu, maka pastikan kita memiliki “H” ini. Dia menjadi kunci apakah kita bisa menyelesaikan tulisan tersebut atau bukan.
Hasrat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti “keinginan (harapan) yang kuat.
Jika penulis tidak punya hasrat, maka tamatlah riwayatnya. Semangatnya lemah dan karyanya pun tak ada arwah. So, sangat penting sekali seorang penulis mempunyai hasrat. Sedangkan hasrat bisa diraih dari
beberapa cara:
A. Tetapkan tujuan yang jelas:
Apa tujuanmu menulis?
Apakah karena ingin melampiaskan perasaan?
Atau karena uang? Branding? Dan berbagai macam tujuan lainnya.
Namun, saya mewanti-wanti dari sekarang, menulislah karena Allah (Tuhan).
Memang tidak dosa apabila diniatkan karena hal-hal yang sifatnya duniawi akan tetapi itu tidak akan abadi.
Dunia akan selalu terpancing ketika kita sudah mempunyai niat yang tulus dan suci.
Sesuatu yang digantungkan ke Dzat yang Abadi, maka berpotensi akan menjadi kenangan abadi pula.

B. Tentukan rules.
Rules bisa datang karena deadline atau bisa karena afirmasi keinginan seseorang. Manusia itu memotivasinya gampang. Diming-imingi atau ditakut-takuti. Nah, bagi kalian yang ingin menulis maka tetapkan rules reward dan punishment kecil untuk diri sendiri.
Jika masih belum bisa maka ikutlah pelatihan mentoring mentoring menulis yang ada. Agar Anda ada yang mengawasi.

*2. Arti*
Tulisan akan menjadi alat untuk menyebarkan pesan. Dengan tulisan kita bisa menembak jutaan kepala walaupun tanpa senjata. Mereka bisa tergerak dan terinspirasi dari goresan pena kita. Sehingga ketika kita sudah menetapkan tujuan, maka sisipkanlah pesan yang berarti. Pesan yang bisa memotivasi. Pesan yang penuh dengan kasih sayang nan abadi. Masukkanlah cerita nyata, ambil poin poin hikmah dari setiap peristiwa, dan tulus dalam menyampaikan pesan.

Untuk memberikan arti dalam tulisan hanya ada dua tips!
*Baca referensi sebanyak mungkin dan tetaplah bersabar dengan proses.*

Dengan membaca kita bisa mendapatkan pandangan baru dan dengan bersabar akan proses kita merasakan kenikmatan berjuang. Sehingga karya kita pun mempunyai nilai tersembunyi karena secara tidak langsung ada sanubari yang terselip dalam tulisan yang berarti.

*3. Tenang*
Di saat menulis, hal pertama yang harus kita lakukan adalah tenang! Kita akan sulit mengalirkan ide dan gagasan jika terburu-buru. Apapun faktor yang bisa mengganggu ketenagan maka selesaikan terlebih dulu. Ketika Anda lapar maka makanlah secukupnya lalu menulis. Ketika Anda ingin ke kamar mandi maka selesaikan hajat terlebih dulu.
Jika Anda punya hutang dan belum bisa diselesaikan namun tetap ingin menulis, maka saran saya pinjam uang ke istri. *Eh..
Hehehe. Bercanda

Jika memang ada masalah yang belum bisa diselesaikan karena faktor X maka, kita tidak perlu membawanya ketika ingin menulis. Lepaskan beban itu semua dan mulailah menulis. Saran saya untuk yang Muslim ketika ingin menulis itu wudhu. Karena dengan wudhu maka jasad kita berada pada faktor yang suci. Atau bagi yang non Muslim bisa mandi terlebih dahulu.

Kemudian, selain itu saya biasa melakukan mediasi dengan lagu atau backsound music relaxasi yang membuat tenang. Anda pun perlu mencobanya.
Pancinglah frekuensi otak Anda pada tahap tenang dengan alunan melodi.
Faktor tenang ini sangat menentukan kelancaran dan kejernihan ide kita. Di saat tenang inspirasi itu bisa masuk secara bertubi-tubi sehingga membuat kita punya bahan materi.

Cara mudah lainnya adalah dengan senam nafas. Metode nafas 1-7-7.
Maksudnya apa? Maksudnya adalah mengambil nafas satu kali, tahan tujuh detik, dan keluarkan perlahan lewat mulut selama 7 detik.
Terus ulangi ambil nafas itu sehingga kita bisa tenang.

Di sisi lain kita juga bisa berdoa sebelum menulis. Atau bisa membaca kitab suci, doa pagi dan petang. Apapun itu yang membuat hati kita menjadi tenang maka lakukanlah.

*4. Imajinasi*
Menulis adalah proses kreatif. Kita dituntut untuk bisa mengikat antara satu kata dengan kata lainnya. Oleh karena itu, ketika menulis jangan batasi dengan apapun!
1. Jangan batasi idenya
2. Jangan mengedit ketika typo
3. Jangan batasi dengan aturan EYD dan lainnya.
Pokoknya terus menulis dan menulis. Itu yang dinamakan proses mengasah imajinasi. Editing sangat perlu, tapi tidak untuk draft pertama! Saya menuliskan materi ini pun mengeditnya dua sampe tiga kali. Akan tetapi ketika draft pertamanya selesai terlebih dahulu.

Jika kita selalu ingin mengedit di proses pertama nulis maka yang terjadi naskah kita tidak akan pernah JADI!

Sebelum proses berimajinasi yang liar. Saran saya Anda harus membuat tema terlebih dulu, tujuannya agar tidak terlalu melebar.
Setelah tema ditentukan maka buatlah outline.
Outline itu gambaran besar seperti poin poin yang  ingin kita sampaikan, pesan apa yang mau kita masukkan ke dalam relung hati pembaca. Sehingga imajinasi kita terus mengalir namun tetap teraraah.

Itulah trik untuk menulis dengan hati.

Sederhananya, isi format di bawah ini:
Tema Besar:
Kegelisahan yang ingin diangkat:
Pesan yang ingin disampaikan:


Contoh:
Tema Besar: Tips menulis dengan Hati
Kegelisahan yang ingin diangkat: Banyak orang beralasan dan males dalam menulis
Pesan yang ingin disampaikan:
• Akronim H.A.T.I
• Menulis itu Mudah
• Tutorial How To

*Penutup*
Ingat menulis dengan hati maka ingat akronim HATI. (Hasrat-Arti-Tenang-Imajinasi)

Selamat Mencoba! 😁:v

Gimana? sudah siap menulis? Ditunggu lho tulisan kecenya..

4

Depok, 12 November 2016

Desmau 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s