Mendidik itu sohibnya mencintai

Mendidik itu tidak mudah. Tapi (insya Allah) bisa dilatih. Asalkan ada kemauan.

Mendidik itu seperti kamu mencintai sesuatu atau seseorang. Perlu usaha untuk mewujudkannya. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menerangi dunia. *Eh, kok nyanyi sih?!

Dalam mendidik ada kepedulian yang disematkan. Sebab jika tidak ada kepedulian, maka itu namanya Menghajar.

Kemarin, Minggu (30 Oktober 2016), saya bersama teman-teman relawan Dompet Dhuafa atau dikenal dengan istilah DDV (Dompet Dhuafa Volunteer), melakukan aksi peduli gizi anak bangsa. Acara tersebut dinamai Pekan Gizi Seimbang (PGS). Itu merupakan aksi pertama dibidang gizi dalam agenda DDV. Alhamdulillah, saya senang sekali bisa melibatkan diri dalam aksi yang keren ini. Kebetulan juga, atas izin Allah, background pendidikan saya adalah ilmu gizi. Jadi pas banget dengan topik kegiatannya.

PGS dilatarbelakangi oleh adanya keresahan dari salah seorang relawan-yang bernama Fajar-akan kondisi anak-anak disekitar rumahnya. Ia galau melihat anak-anak tersebut seringkali tidak sarapan ketika berangkat ke sekolah atau kalau pun sarapan, makanannya kurang seimbang dari sisi gizinya. Oleh sebab itulah acara PGS ini hadir ditengah masyarakat Desa Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Depok.

Aksi PGS dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas 1 (PAUD hingga 1 SD), kelas kedua (kelas 2, 3 dan 4 SD) dan kelas ketiga (kelas 5, 6 dan SMP). Saya ditugaskan untuk mendampingi adik-adik kelas 1. Qodarullah, di kelas inilah saya mendapat pelajaran berharga dari adik-adiknya.

cimg3277

Seperti yang saya sampaikan di kalimat awal tulisan ini bahwa, mendidik itu tidaklah mudah. Meskipun saya punya pengalaman mengajar, namun pengalaman terdahulu, sasarannya adalah mahasiswa. Tetapi yang sekarang adalah anak-anak. Secara pola pikir sangatlah jauh berbeda. Kalau secara perilaku yaa ada juga sih segelintir mahasiswa yang seperti anak PAUD. Segelintir lho yaa, segelintir. Haha.. *soalnya ada yang asik main hape sendiri saat dosen menjelaskan materi. mirip anak PAUD kan? 😀

Mendidik anak-anak yang lucu dan menggemaskan ini butuh tenaga ekstra. Ekstra sabar khususnya. Kenapa? karena mereka seperti kertas putih tanpa noda. Mereka belum tahu mana yang baik, mana yang buruk. Apa yang dirasa membuat mereka senang, ya mereka lakukan. Kalau menurut mereka teriak-teriak dikelas itu keren, ya mereka akan lakukan. Atau kalau menjahili teman-temannya itu mengasyikkan, maka mereka lakukan. Nah disitulah tantangannya buat relawan seperti saya, yang belum pernah berkecimpung didunia pendidikan anak.

Back to the real story…

Hikmah pertama saat mengajar kelas ini adalah pada waktu memperkenalkan diri. Jujur saja, baru kali ini saya agak sedikit teriak-teriak memperkenalkan diri. Karena anak-anaknya asik sendiri. *kayak saya yang masih asik sendiri #eh? wkwkwk. Nggak ding, insya Allah bentar lagi pangerannya datang (Aaamiiiiin) :). Harusnya sih pada saat masuk kelas ini saya sudah mempersiapkan beberapa jingle atau lagu. Karena anak-anak mudah di curi perhatiannya lewat nyanyian yang gembira. Apakah itu pada saat memperkenalkan diri ataupun pada saat memberikan materi. Tapi ya sudahlah, inilah pelajaran pertama buat saya.

cimg3283

cimg3285

Pelajaran kedua adalah pada saat memberikan tugas menjodohkan dan mewarnai gambar pada kertas yang telah disediakan oleh panitia. Tugas itu khusus diberikan untuk anak PAUD. Saya pikir tugas ini ringan. Namun saya salah. Tidak semua dari mereka paham bagaimana caranya menjodohkan gambar bahan pangan dengan manfaatnya sembari diwarnai lajur-lajur penghubungnya. Sehingga pada saat mewarnai, mereka perlu dituntun satu per satu. Hmm.. benar-benar harus sabar, pengertian dan penuh kasih sayang membimbing mereka. Bukan salah mereka jika tugas yang mereka kerjakan tidak seperti yang saya harapkan. Tapi adalah salah saya yang belum mengerti bagaimana caranya membuat mereka paham. Semoga Allah mengampuni dosa hambanya ini. Aamiin. Hiks 😦 😦 😦

whatsapp-image-2016-10-31-at-21-15-09

Adik-adik, terima kasih sudah memberikan pelajaran buat kakakmu yang dhoif dan fakir ilmu ini. Semoga adik-adik sehat selalu dan diberikan pemahaman yang baik oleh Allah SWT dalam mempelajari ilmu dunia dan akhirat. Aamiin.

whatsapp-image-2016-10-31-at-12-44-38

Kepada DDV, saya ucapkan Jazakumullah khairan katsiran atas kesempatan ini. Semoga Allah selalu merahmati kalian yang senantiasa beramal sholeh. Aamiin. Sampai ketemu di event-event selanjutnya.

Depok, 1 November 2016

Desmau 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s