menikah itu…

Menikah. jika diurai akan menjadi me+nikah. Awalan me- dalam bahasa indonesia berarti melakukan sesuatu, mengupayakan sesuatu. Ada tindakan didalamnya. Sedangkan nikah, artinya menyatu, berkumpul. Jadi kalau saya definiskan sendiri, maka menikah artinya suatu upaya yang dilakukan untuk bisa bersatu.

Nah, berbicara tentang menyatu atau mempersatukan, maka kita perlu bekal ilmu dan pengalaman, baik itu pengalaman orang tua sendiri maupun orang lain. Menikah itu, sesungguhnya kita sedang membangun sebuah organisasi. Dalam membangun sebuah organisasi tentunya perlu tujuan (visi), langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai tujuan (misi) dan pembagian tugas yang jelas (job desk). Tak lupa pula dalam sebuah organisasi harus ada struktur organisasi. Ada suami (ketua organisasi), istri (wakil), dan anak (anggota).

Agar sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik, maka para penggiatnya harus bisa bekerjasama dengan baik. Untuk bisa bekerja sama maka seluruh pihak harus memiliki rasa toleransi yang tinggi, menurunkan ego, menghargai dan menghormati pendapat masing-masing. Dalam berorganisasi kita melihat bahwa jarang sekali orang-orangnya melibatkan perasaan-perasaan berlebihan. Karena perasaan yang berlebihan terhadap satu permasalahan dapat mengacaukan keutuhan organisasi. Perasaan seperti apakah itu? C.I.N.T.A.

Karena ketika porsi cinta yang berlebih, dan tidak mengandalkan keberadaan Allah, maka siap-siaplah untuk sakit yang teramat sangat. Ustad Salim A Fillah pernah berkata bahwa  titik lemah kita pada apa yang paling kita cintai.

contoh, pada saat kekaguman/kesenangan kita terhadap suami/istri berlebihan, apalagi rasa memiliki ini mendominasi, maka akan diuji dengan kekhawatiran dan ketakutan.

Sikap yang paling baik pada saat rasa cinta itu datang adalah membayangkan bahwa kebahagiaan, kesenangan, atau kekaguman yang hadir saat itu, karena Allah yang mewujudkannya terjadi. Karena si suami itu sendiri tidak punya kemampuan membahagiakan istri kalau bukan Allah yang mengizinkannya.

Berat bukan? Ya. Melatih diri ini, jiwa ini, untuk menyertakan Allah dalam setiap rasa memang tidak mudah. Latihannya setiap hari. Perlu duduk di majelis ilmu dan mendengarkan tausiyah barang 1 sampai 2 jam di youtube. Khususnya pemantapan ilmu tauhid. Ilmu yang meng-esa-kan Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Tiada kebahagian selain izin Allah. Tiada kesedihan selain izin Allah. Tiada kelapangan selain izin Allah. Tiada kesempitan selain izin Allah, dsb.

Bahkan saya sendri yang menulis tentang topik ini pun tak luput dari ujian ketauhidan. Ketika rasa lapang melanda, bisa lupat tuh sama Sang Pencipta Rasa. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk ber-istighfar setiap hari. Pada saat istighfar, ingat dah tu dosa apa yang udah dilakukan dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Tujuanya? Agar dosa-dosa kita dihapus sama Allah. Dengan dihapusnya dosa-dosa kita, maka itu akan menjadi jalan dilapangkannya rezeki kita, dimudahkannya segala urusan kita, dan diturunkan rasa sakinah (tenang) kedalam hati kita.

Saya teringat akan khutbah nikah yang disampaikan Ust. Nuzul Zikri, Lc dalam akad nikah teman saya, bahwa pondasi penting dari pernikahan itu adalah TAQWA. Ketika taqwa tidak hadir didalam hati suami maupun istri, maka rumah tangga bisa terguncang. Dari mana taqwa itu bisa kita peroleh? Sering-seringlah diskusi bersama ulama / datanglah ke majelis ilmu dan jangan lupa berdo’a kepada Allah agar selalu diberi hidayah dalam melakukan amal sholeh. Karena tanpa hidayah dari-Nya, kita tidak mampu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Wallahu’alam.

Depok, 26 Oktober 2016

Desmau 🙂

sumber gambar: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ8kwEgWWq5B5jGld-zZlc8w-KuBrK7cXZ-vfnuGOfo8ce-eH0q

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s