Aksi Ruwat Bumi bersama PMI di Sungai Ciliwung

Minggu, 24 April 2016.

Pagi yang cerah membuat jiwaku bersemangat. Sinar mentari menyapa wajah ini seakan ingin memberi ucapan “Selamat Berpetualang, Desri!!!” 🙂

Sepertinya hari ini seluruh alam ikut bersemangat dengan aktivitas yang akan saya lakukan. Kenapa tidak, karena hari ini saya bersama teman-teman blogger Bogor mendapat kesempatan untuk meliput aksi Indonesian Red Cross (IRC) a.k.a Palang Merah Indonesia (PMI) menyusuri sungai Ciliwung dalam rangka memperingati Hari Bumi 2016. Tema aksi PMI kali ini adalah #ruwatbumipmi. Kegiatannya meliputi penanaman bibit pohon, gerakan pungut sampah disekitar sungai Ciliwung, pelepasan benih ikan, pembuatan biopori, dan penyuluhan tentang pilah sampah serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Jpeg

Aksi Ruwat Bumi & Susur Sungai

Ruwat Bumi sendiri berarti merawat bumi dan usaha mengembalikan kondisi bumi seperti semula. Kegiatan ini dilaksanakan didua lokasi, yaitu Bogor dan Jakarta Utara. Dua lokasi yang dipilih ini merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Untuk wilayah Bogor, kegiatan ruwat bumi dimulai dari kelurahan Karadenan dan berakhir di kelurahan Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor.

Jpeg

Tim Relawan PMI

Acara ruwat bumi sendiri dihadiri oleh ketua PMI Kabupaten Bogor dan PMI Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kabupaten Bogor, serta Lurah Karadenan, Kabupaten Bogor. Selain berisi sambutan dari para instansi terkait, pada acar ini juga diberikan bantuan berupa benih ikan, bibit tanaman, dan sertifikat bagi para pendukung kegiatan aksi ruwat bumi.

Jpeg

Acara pembukaan aksi ruwat bumi PMI

Jpeg

Pemberian bibit pohon

Setelah acara pembukaan, kegiatan berlanjut dengan acara pelepasan para relawan PMI ditepi sungai Ciliwung. Pada aksi pelepasan relawan ini, dilakukan juga pelepasan benih ikan di sungai Ciliwung. Selanjutnya para relawan bersiap untuk berangkat menyusuri sungai Ciliwung dengan perahu karet.

Jpeg

Pelepasan benih ikan ke sungai Ciliwung

Adapun setiap perahu karet yang digunakan dalam kegiatan ini dikomandoi oleh seorang keeper atau kapten. Keeper berperan sebagai pengarah jalan dan pembaca arus sungai. Pada perahu karet yang aku naiki ini, terdapat 4 tim relawan PMI, 2 blogger volunteer (termasuk saya sendiri, 😀 ), dan seorang keeper.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam penyusurannya, tim relawan menjalankan gerakan pungut sampah. Sedih sekali melihat keadaan disekitar sungai Ciliwung ini, dimana, sampah yang ditemukan bahkan bisa membentuk gundukan bukit. Bisa kita bayangkan betapa menyedihkannya kondisi saudara kita yang tinggal ditepi sungai Ciliwiung Jakarta ketika air sungai ini meluap.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat yang peduli akan lingkungan, hendaknya bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Akan tetapi membuang sampah pada tempatnya, sesuai dengan jenisnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa ada dua jenis sampah, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, dedaunan kering, dan sebagainya. Sampah anorgnik merupakan sampah yang sulit terurai oleh tanah, seperti sampah plastik, botol minuman, dan sebagainya. Pada penelusuran DAS Ciliwung, banyak sampah yang kami temukan berasal dari sampah anorganik. Bahkan kami menemukan sampah berupa baju dan kasur.

Jpeg

Gundukan sampah dipinggir sungai Ciliwung

Dalam aksi susur sungai ini, kami berhenti dibeberapa pos. Pos pertama adalah tempat pembukaan acara, pos kedua merupakan tempat pengambilan sampah hasil penelusuran dari pos pertama, pos ketiga merupakan tempat penyuluhan, pos keempat merupakan tempat pembuatan biopori, dan pos kelima merupakan pos terakhir, yaitu tempat pemilahan dan pengolahan sampah.

Pada pos kedua, sampah yang sudah dikumpulkan oleh para relawan kemudian dibawa oleh motor gerobak sampah ke tempat pengolahan sampah. Pada pos kedua ini saya menemukan sebuah pesan menarik dan edukatif yang terpampang disalah satu tanah warga, yaitu”Jangan ada sampah diantara kita”. Buat saya pribadi, pesan ini simpel dan penuh pegertian. Semoga dengan adanya pesan tersebut, warga yang tinggal di DAS Ciliwung dapat menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

Jpeg

Salah satu bentuk kampanye kebersihan lingkungan

Pada pos ketiga, kami menyaksikan tim PMI memberikan penyuluhan tentang bagaimana memilah sampah dan menerapkan PHBS. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh bapak-bapak dan ibu-ibu setempat. Setelah selesai penyuluhan,, kami melanjutkan perjalanan menuju pos empat.

Pada pos keempat ini kami menyaksikan pembuatan lubang resapan biopori. Tujuan pembuatan biopori ini adalah agar air hujan dapat masuk kedalam tanah dan mengurangi risiko banjir.

Jpeg

Pembuatan lubang biopori

Setelah selesai di pos empat, kami beranjak ke pos lima. Pos kelima merupakan titik terakhir aksi penyusuran sungai Ciliwung untuk wilayah Bogor. Di pos ini terdapat tempat pemilahan dan pengolahan sampah.

Terakhir, saya ingin menyampaikan pesan bahwa dengan menjaga kebersihan lingkungan yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya, kita telah ikut menjaga kesehatan masyarakat, bangsa dan negara. Jika lingkungan saja bisa kamu jaga kebersihannya, apalagi menjaga kebersihan keluarga? Tentu lebih bisa lagi khaannn?

Salam Sejajar..

Salam Sehat..

untuk Indonesiaku Tercinta 😀

IMG-20160423-WA0015

Depok, 26 April 2016

~Desri MS~

Advertisements

One thought on “Aksi Ruwat Bumi bersama PMI di Sungai Ciliwung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s