Berguru kepada sang Maestro “Life Science”

Siapa sih Maestro Life Science dunia??? Siapa lagi kalau bukan Belanda. Dalam buku Science for Impact terbitan Wageningen University, Menteri Pertanian Belanda, Gerda Verburg, mengatakan bahwa motto dari universitas tersebut adalah “Living off the land, caring for nature”. Begitulah Belanda, dikenal dengan negeri yang ramah lingkungan dan sangat besar kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Namun bukan itu yang akan saya bahas secara mendalam pada tulisan saya kali ini, tapi tentang bagaimana tingginya ketertarikan masyarakat Belanda terhadap inovasi riset dibidang kesehatan.

Sewaktu saya masih menjadi mahasiswa di Departemen Gizi Masyarakat IPB, banyak sekali hasil penelitian yang membuka wawasan dan rasa ingin tahu saya terhadap perkembangan ilmu gizi di dunia. Literatur dari berbagai jurnal luar pun sering menjadi acuan dalam membuat tugas kuliah, termasuk dalam membuat tugas akhir (skripsi). Dalam beberapa jurnal penelitian yang saya baca, hasil penelitian gizi dari Wageningen University membuat saya tertegun, dimana para penelitinya melibatkan begitu banyak responden dalam penelitiannya. Dalam hati saya bertanya, “kok bisa ya, para peneliti tersebut melibatkan begitu banyak responden hingga puluhan ribu orang? Dan kenapa para responden tersebut tertarik untuk berpartisipasi dalam penelitian?” Pertanyaan tersebut muncul dibenak saya ketika saya mendapati betapa sulitnya mengikutsertakan masyarakat dalam penelitian yang saya lakukan pada saat menyelesaikan tugas akhir? Hal tersebut tidak hanya menimpa saya, tetapi juga beberapa orang teman saya yang juga berjuang untuk menyelesaikan tugas akhir mereka.

Rasa penasaran terhadap usaha mereka dalam melakukan penelitian inilah yang mendorong saya untuk bertanya kepada salah seorang dosen ilmu gizi, beliau adalah Ibu Cesilia, kebetulan sekali dosen saya ini pernah ke Belanda. Kata beliau “rasa aware masyarakat Belanda terhadap informasi kesehatan sangat tinggi, sehingga tidak sulit untuk mengikutsertakan mereka dalam penelitian-penelitian berbasis kesehatan”. Hasilnya pun luar biasa dimana Wageningen University and Research Centre memiliki reputasi yang sangat baik terutama untuk program-program studi seperti pertanian, teknologi pangan, bioteknologi, peternakan dan perikanan. Tentu saja hal ini tak lepas dari misi universitas tersebut yang menggabungkan scientific dengan social dynamics. Luar biasa bukan prestasi mereka?

Hal senada juga pernah dikemukakan oleh Mantan Rektor IPB, Prof. Ahmad M Satari (Dosen Ilmu Tanah) yang pernah mengunjungi Belanda dalam rangka kerjasama antara IPB dengan Wageningen University, beliau mengungkapkan bahwa orang belanda itu sangat menjaga kesehatan tubuhnya. Mereka selalu perhatian terhadap informasi dan program-program pemerintah yang menggalakkan hidup sehat, baik dari segi makanan maupun perilaku hidup sehat. Oleh karena itu, setiap penelitian yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, mereka sangat senang sekali untuk berpartisipasi. Tak heran jika Ibukota Belanda, Amsterdam, dinobatkan sebagai 25 besar daftar kota-kota dengan kualitas hidup terbaik tahun 2011 berdasarkan studi yang dilakukan oleh Mercer, dan Amsterdam sendiri menempati posisi ke 12, sementara London, Birmingham dan Glasgow berada cukup jauh di bawah, menempati peringkat ke 38, 52 dan 56.

Semoga kelak kita bisa menjadi negara dengan kualitas hidup, khususnya kesehatan, no. 1 di dunia. Amiin 🙂

Sumber :

  1. Buku “Science for Impact on science, society and business” terbitan Wageningen University.
  2. http://www.nesoindonesia.or.id
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s